Selasa, 19 April 2011

Air


Air itu sejuk, mirip-mirip dengan dingin. Ia begitu lembut, menyehatkan, dan sumber kahidupan. 
Pada posisi statis ia begitu tenang,
Ketika sebuah batu dilemparkan kepadanya, ia mengeluarkan suara walau terkadang lirih dan tak terdengar oleh telinga kita. Titik-titik air akan muncul karena aspek benturan. Sesaat kemudian ia akan menciptakan ruang yang sesuai dengan kondisi batu, perlahan batu itu akan ditenggelamkannya hingga tak nampak. Namun setelah itu permukaan air akan kembali rata sempurna seperti sedia kala.
Keras dan besarnya batu mampu ia taklukkannya. Malah batu yang tenggelam akan menambah volume  air menjadi lebih besar dari semula (sesuai huukum pascal). 

Jika kita cermati, ada banyak hal yang bisa kita ambil dari ocehan di atas,,,
Mari bersama kita renungi, ambil hikmah di balik peristiwa tersebut.

Sang Maha Pencipta Yang Maha Sempurna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar